<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jajan Pasar Blauran</title>
	<atom:link href="http://jajanpasarblauran.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com</link>
	<description>merayakan kekayaan kuliner Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jun 2008 17:55:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jajanpasarblauran.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jajan Pasar Blauran</title>
		<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jajanpasarblauran.wordpress.com/osd.xml" title="Jajan Pasar Blauran" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jajanpasarblauran.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lontong Balap Wonokromo</title>
		<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/05/19/lontong-balap-wonokromo/</link>
		<comments>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/05/19/lontong-balap-wonokromo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 12:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jajanpasarblauran</dc:creator>
				<category><![CDATA[reportase kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lontong balap]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[lontong balap garuda]]></category>
		<category><![CDATA[makanan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[wonokromo]]></category>
		<category><![CDATA[toge]]></category>
		<category><![CDATA[cambah]]></category>
		<category><![CDATA[petis]]></category>
		<category><![CDATA[Kranggan Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jajanpasarblauran.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[“Semanggi Suroboyo,..lontong balap Wonokromo,..”   Begitu sepenggal lirik lagu daerah Surabaya. Lontong balap memang identik dengan kawasan Wonokromo, Surabaya. Bila Anda ingin mencicipi makanan yang terbuat dari toge (kecambah), lontong, tahu goreng, lentho (gorengan berbahan kedelai) dengan bumbu adonan kacang, petis, bawang merah dan bawang putih dicampur kecap, Anda harus pergi ke daerah itu.   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=27&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Semanggi Suroboyo,..lontong balap Wonokromo,..”</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Begitu sepenggal lirik lagu daerah Surabaya. </span><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Lontong balap memang identik dengan kawasan Wonokromo, Surabaya. Bila Anda ingin mencicipi makanan yang terbuat dari toge (kecambah), lontong, tahu goreng, lentho (gorengan berbahan kedelai) dengan bumbu adonan kacang, petis, bawang merah dan bawang putih dicampur kecap, Anda harus pergi ke daerah itu. <span id="more-27"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"><span style="font-size:small;color:#000000;font-family:Times New Roman;">Ditulis oleh : Hari Nugroho</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Waktu berjalan, lontong balap kini justru banyak dijual di Kalan Kranggan Surabaya. Di pinggir jalan tepat di depan gedung bioskop Garuda, ada sederet warung yang menjual lontong balap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Warung-warung itu umumnya diberi penutup kain bertuliskan ”Lontong Balap Garuda”. Nama Garuda memang melekat dengan lontong balap dan warung-warung itu. Sederet warung itu, berjajar memanjang dari timur ke barat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Tapi, mengapa diberi nama lontong balap? Ceritanya begini. </span><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Pada tahun 50-an, banyak pedagang makanan ini di kawasan Wonokromo. Kala itu, Wonokromo adalah tempat favorit masyarakat Surabaya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Para pedagang makanan ini seringkali berangkat menuju Wonokromo secara bersamaan. Tak jarang, saat mereka berangkat atau pulang bersamaan, mereka berlomba beradu cepat sambil membawa pikulannya masing-masing. Karena kegemaran pedagangnya untuk balapan itulah, makanan ini lantas disebut lontong balap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Biarpun lokasinya berubah, properti warung lontong balap sengaja dipertahankan bentuknya dari dulu. Penjual duduk lebih rendah dari bangku pembeli, sebab penjual hanya beralas <em>dingklik</em> (bangku kecil) dari kayu. Di depan penjual, ada meja setengah kali satu meter. Meja ini bukan untuk pembeli, Meja itu untuk menata tumpukan piring berisi racikan lontong, lentho, dan tahu untuk diberi sayur toge yang diletakkan di sebalah kanan penjual. Sedangkan pembeli, duduk di atas bangku panjang tanpa sandaran dan dipersilakan makan tanpa menaruh piring di atas meja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Lontong balap, biasanya dilengkapi sate kerang sebagai menu tambahan. Setiap warung lontong balap pasti menyediakan sate kerang. Apabila tidak berselera menambah menu berprotein tinggi itu, boleh saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Tak sulit menjangkau warung lontong balap Garuda. Jalan Kranggan, tempat Bioskop Garuda berada itu, letaknya masih berada dalam pusat kota Surabaya. Hanya satu kilometer ke arah barat pusat pertokoan Siola yang terkenal di Surabaya, dan hanya 1,5 kilometer ke arah barat Jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang. Dua nama jalan itu memang sangat terkenal di Surabaya sejak dulu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Salah satu pedagang lontong balap yang ada di sana adalah Ning Riamah. Warung lontong balap miliknya itu sebenarnya warisan orang tuanya yang telah berjualan lontong balap di tempat itu sejak tahun 1952. ”Sejak orang tua saya berjualan di sini, tempat ini sudah terkenal dengan lontong balapnya,” jelas Ning Riamah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Dalam sehari, ia bisa menjual 200 piring lontong balap. ”Kalau malam minggu, bisa lebih ramai lagi,” katanya mengaku. Untuk dua ratus piring lontong balap itu Ning Riamah menghabiskan sekitar 75 lontong. Warung buka jam 10 pagi dan tutup pada jam sembilan atau 10 malam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">”Dari pejabat sampai masyarakat biasa, dari yang muda sampai yang tua. Bahkan, ada yang sengaja datang dari luar kota Surabaya,” kata Ning Riamah menjelaskan siapa pelanggannya. Bahkan banyak juga turis yang ingin mencoba lontong balap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#4d4d4d;">Bagaimana dengan Anda, sudah pernah mencobanya?(harnug-reportase ini dimuat di Majalah MATRA)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=27&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/05/19/lontong-balap-wonokromo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c562d7d757b5933c58e5f2d7701e96e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jajanpasarblauran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cabuk Rambak “Sowan” di Ndalem Kalitan Solo</title>
		<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cabuk-rambak-%e2%80%9csowan%e2%80%9d-di-ndalem-kalitan-solo/</link>
		<comments>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cabuk-rambak-%e2%80%9csowan%e2%80%9d-di-ndalem-kalitan-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 19:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jajanpasarblauran</dc:creator>
				<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Astana Giri Bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Astana Giribangun]]></category>
		<category><![CDATA[Bangsa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cabuk rambak]]></category>
		<category><![CDATA[Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[Gedangan]]></category>
		<category><![CDATA[jajan pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Kalitan Solo]]></category>
		<category><![CDATA[karak]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Ndalem]]></category>
		<category><![CDATA[Ndalem Kalitan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[The Smilling]]></category>
		<category><![CDATA[The Smilling General]]></category>
		<category><![CDATA[Tutut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cabuk-rambak-%e2%80%9csowan%e2%80%9d-di-ndalem-kalitan-solo/</guid>
		<description><![CDATA[Saat keluarga Cendana masih diliputi suasana duka pasca meninggalnya Soeharto, mereka masih menyempatkan diri menikmati Cabuk Rambak, dengan mengundang penjualnya di Ndalem Kalitan Solo. Hari masih pagi. Dua hari setelah Soeharto meninggal dunia (Minggu, 27 Januari 2008), anak-anak Presiden RI kedua yang dijuluki The Smilling General, yakni Tutut, Titiek, dan Mamiek masih berada di Ndalem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=21&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saat keluarga Cendana masih diliputi suasana duka pasca meninggalnya Soeharto, mereka masih menyempatkan diri menikmati Cabuk Rambak, dengan mengundang penjualnya di Ndalem Kalitan Solo.<span id="more-21"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hari masih pagi. Dua hari setelah Soeharto meninggal dunia (Minggu, 27 Januari 2008), anak-anak Presiden RI kedua yang dijuluki The Smilling General, yakni<span> </span>Tutut, Titiek, dan Mamiek masih berada di Ndalem Kalitan Solo. Pagi itu (Selasa, 29 Januari 2008), mereka hendak berangkat ke Astana Giribangun, makam ayahandanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seorang perempuan datang menumpang becak masuk ke halaman Ndalem Kalitan dengan membawa bakul. Mbok Tris namanya. Ia pedagang Cabuk Rambak dari Gedangan Solo Baru. Perempuan ebrusia 72 tahun itu lantas masuk ke paviliun timur Ndalem Kalitan, tempat keluarga Cendana berkumpul. Ada apakah?</span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></p>
<p class="MsoNormal">Cabuk Rambak adalah kegemaran keluarga Cendana. Makanan ini <span style="color:#000000;">merupakan <em>ingenuity</em> alias kreativitas kuliner bangsa Indonesia. B</span>erupa ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, dan disiram dengan sedikit sambal wijen (dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu digongseng). Ada yang menyukai sambal yang sangat pedas, ada yang menyukai rasa sambal yang gurih. Rasa sambalnya memang sangat khas. Hidangan ini disajikan dengan kerupuk nasi yang disebut <em>karak</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mbok Tris pagi itu “disambut” keluarga Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), Sigit, Bambang Trihatmojo, Siti Hediyati, Tommy, dan Siti Hutami (Mamik). Mereka bersantap pagi alias sarapan dengan menikmati Cabuk Rambak Mbok Tris. (***)</span></p>
<p> </p>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=21&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cabuk-rambak-%e2%80%9csowan%e2%80%9d-di-ndalem-kalitan-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c562d7d757b5933c58e5f2d7701e96e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jajanpasarblauran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Manjur Menyimpan Telur</title>
		<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cara-manjur-menyimpan-telur/</link>
		<comments>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cara-manjur-menyimpan-telur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 19:08:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jajanpasarblauran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cara-manjur-menyimpan-telur/</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita membeli telur di pedagang yang ramai jarang sekali mendapatkan telur lama ataupun rusak, karena stoknya cepat habis dan diganti yang baru. Berbeda bila kita membeli dari pedagang yang relatif sepi, kita harus hati-hati memilih telur. Berikut ini beberapa cara memilih dan menyimpan telur yang bisa kita jadikan pedoman. &#62;Telur segar mempunyai kekentalan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=20&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/telur.jpg" title="telur"><img src="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/telur.thumbnail.jpg?w=86&#038;h=81" alt="telur" height="81" width="86" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bila kita membeli telur di pedagang yang ramai jarang sekali mendapatkan telur lama ataupun rusak, karena stoknya cepat habis dan diganti yang baru. Berbeda bila kita membeli dari pedagang yang relatif sepi, kita harus hati-hati memilih telur. Berikut ini beberapa cara memilih dan menyimpan telur yang bisa kita jadikan pedoman.<span id="more-20"></span><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&gt;Telur segar mempunyai kekentalan yang baik, sehingga kuning telur terletak di tengah. Makin lama larutan didalamnya makin encer sehingga kuning telur berkeser ke tepi. Selain itu, kantung udara di bagian ujung membulat telur relatif kecil daripada telur segar, diameternya sekitar 1,5 cm. Kantong udara itu makin lama juga akan membesar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Berdasarkan sifat itu, saat memilih telur segar kita bisa menggunakan cara:<br />
1. Telur diletakkan di depan cahaya dan diteropong isinya sambil diputar-putar,<br />
a. bila kuning telur bergeser, telur sudah kurang segar.<br />
b. bila kuning telur sudah pecah dan bercampur berarti telur sudah rusak.<br />
2. Telur direndam dalam air tawar atau larutan garam 10% ( 1 sendok teh garam dalam 2 gelas air),<br />
a. bila telur tenggelam, menandakan masih segar<br />
b. bila sedikit terapung, berarti kantong udara di ujung telur membesar dan menandakan telur sudah lama<br />
c. bila telur melayang dalam larutan, berarti telur sudah rusak<br />
3. Pengamatan kulit luar:<br />
a. telur yang masih segar berwarna kulit cerah<br />
b. telur yang sudah lama biasanya mempunyai warna kulit kusam/keruh, juga mulai timbul bintik-bintik hitam yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Kita sering membeli telur dalam jumlah banyak dan kita simpan untuk persiapan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Tahapan untuk persiapan penyimpanan telur, dapat berpedoman sebagai berikut:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">1. Sebelum disimpan, telur perlu dicuci lebih dulu untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang biasanya berada dari kandang. Sebaiknya telur direndam dulu, supaya kotoran mudah lepas. Pencucian/penggosok an yang berlebihan mengakibatkan kulit telur menipis dan mudah pecah. selain itu, juga menyebabkan pelebaran pori-pori telur, sehingga bakteri mudak masuk dan merusak telur.<br />
2. Setelah dicuci, sebaiknya telur dicelupkan ke dalam minyak parafin cair (60 °C). Kemudian diangin-anginkan sehingga terbentuk lapisan tipis yang bisa menutupi pori-pori kuli telur dan ternidar dari serangan bakteri.<br />
3. Atau bisa juga dengan cara telur dicelupkan ke dalam air mendidih sebentar saja (sekitar 5 detik). Cara ini membentuk lapisan tipis sekeliling kulit telur bagian dalam akibat satu lapisan tipis putih telur terkoagulasi. Lapisan itu juga berfungsi menutup pori-pori kulit telur.<br />
4. Selanjutnya, telur siap disimpan dalam lemari pendingin, lebih baik lagi pada suhu 0 °C agar telur bisa tetap segar dalam waktu lama.(SL)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Sumber : Seri Iptek Pangan Volume 1: Teknologi, Produk, Nutrisi &amp; Kemanan Pangan, Jurusan Teknologi Pangan &#8211; Unika Soegijapranata, Semarang<br />
Editor : Budi Widianarko, A. Rika Pratiwi, Ch. Retnaningsih (<a href="http://www.panganplus.com/artikel.php?aid=19" target="_blank">http://www.panganpl us.com/artikel. php?aid=19</a>)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=20&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cara-manjur-menyimpan-telur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c562d7d757b5933c58e5f2d7701e96e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jajanpasarblauran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/telur.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">telur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jajan Pasar di Gerebeg Besar</title>
		<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-di-gerebeg-besar-2/</link>
		<comments>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-di-gerebeg-besar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 11:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jajanpasarblauran</dc:creator>
				<category><![CDATA[peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-di-gerebeg-besar-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah melihat gunungan jajan pasar? Datanglah di halaman Keraton Surakarta pada Hari Raya Idul Adha. Pada hari besar itu, Kasunanan Surakarta selalu menggelar acara Gerebeg Besar yang menghadirkan dua gunungan jajan pasar. Prosesi Gerebeg Besar dimulai setelah sholat Ied berakhir. Serombongan prajurit Keraton Solo dan para abdi dalem berjalan beriringan dari kompleks keraton menuju tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=18&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/gerebeg.jpg" title="gerebeg"><img src="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/gerebeg.thumbnail.jpg?w=500" alt="gerebeg" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pernah melihat gunungan jajan pasar? Datanglah di halaman Keraton Surakarta pada Hari Raya Idul Adha. Pada hari besar itu, Kasunanan Surakarta selalu menggelar acara Gerebeg Besar yang menghadirkan dua gunungan jajan pasar. </span></p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Prosesi Gerebeg Besar dimulai setelah sholat Ied berakhir. Serombongan prajurit Keraton Solo dan para abdi dalem berjalan beriringan dari kompleks keraton menuju tempat upacara pelepasan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setelah iring-iringan itu, dua gunungan setinggi 1,5 meter menyusul di belakang iringan. Gunungan itu memiliki julukan berbeda. Yang berbentuk kembang disebut gunung estri (perempuan),<span>  </span>berupa susunan dari rengginang dan jajan pasar, serta gunungan jaler (laki-laki) berbentuk yoni tersusun dari berbagai hasil bumi dan sayur-sayuran. Kedua gunungan itu<span>  </span>diarak mengelilingi keraton.<span>  </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Gunungan jaler diarak dari kompleks keraton menuju Masjid Agung dengan iringan musik keprajuritan dan gamelan. Setelah didoakan, gunungan dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Namun jangan kaget bila masyarakat yang menghadiri upacara itu langsung berebut dengan antusias. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Telah menjadi kebiasaan, masyarakat dan pengunjung termasuk wisatawan memperebutkan gunungan tersebut hingga ludes. Mereka tidak memakan jajanan dan sajen itu, mereka akan menyimpan di rumah sebagai benda penolak balak. Gunungan satunya, gunungan estri, dibawa kembali ke Kori Kamandungan di bagian depan kompleks keraton dan menjadi rebutan di sana. (hn)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=18&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-di-gerebeg-besar-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c562d7d757b5933c58e5f2d7701e96e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jajanpasarblauran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/gerebeg.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gerebeg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jajan Pasar Tak Lapuk Oleh Zaman</title>
		<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-tak-lapuk-oleh-zaman/</link>
		<comments>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-tak-lapuk-oleh-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 10:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jajanpasarblauran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-tak-lapuk-oleh-zaman/</guid>
		<description><![CDATA[Zaman boleh berganti. Globalisasi silakan saja membawa produk mancanegara. Tetapi, yang namanya jajan pasar tidak akan goyah. Tetap menjadi makanan &#8220;primadona&#8221; warga metropolis Surabaya. Bahkan, banyak festival makanan tradisional, termasuk jajanan pasar juga banyak diselenggarakan di hotel-hotel berbintang. Bulan ini, hotel-hotel berbintang di Surabaya juga menggelar aneka makanan tradisional. Salah satu sentra jajanan pasar di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=16&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/jajanan1.jpg" title="jajanan1.jpg"><img src="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/jajanan1.thumbnail.jpg?w=92&#038;h=103" alt="jajanan1.jpg" height="103" width="92" /></a><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Z</span></b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">aman boleh berganti. Globalisasi silakan saja membawa produk mancanegara. Tetapi, yang namanya jajan pasar tidak akan goyah. Tetap menjadi makanan &#8220;primadona&#8221; warga metropolis Surabaya. Bahkan, banyak festival makanan tradisional, termasuk jajanan pasar juga banyak diselenggarakan di hotel-hotel berbintang. Bulan ini, hotel-hotel berbintang di Surabaya juga menggelar aneka makanan tradisional.</span></p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Salah satu sentra jajanan pasar di Surabaya adalah Pasar Blauran. Di pasar tradisional ini, berbagai jajanan pasar digelar dengan harga mulai dari Rp 500. Umumnya, para penjual adalah mereka yang meneruskan usaha ayah atau ibunya. Seperti Titik yang sudah berjualan kue di Pasar Blauran sejak tahun 1984. Menurutnya, untuk kue-kue basah, omzetnya bisa mencapai Rp 1 juta per hari. &#8220;Itu kotornya,&#8221; katanya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Berbeda dengan saat ibunya mulai berjualan di pasar itu, kini tidak ada kue yang dibuatnya sendiri. Menurutnya, walau untung lebih kecil, ia tidak perlu menanggung risiko. &#8220;Semuanya beli, ada yang di Kenjeran, Genteng, atau Pasar Atom,&#8221; katanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Umumnya, kue-kue basah yang paling laku adalah nagasari, lemper, dan lumpia. Pembeli yang biasanya terdiri dari ibu rumah tangga itu membeli mulai dari lima hingga belasan biji. &#8220;Apalagi kalau ada acara,&#8221; kata Titik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Beberapa jenis kue tradisional seperti jenang jubung dari Gresik yang berharga Rp 3.000 per lima biji, getuk pisang dari Kediri seharga Rp 1.500 diletakkan di atas meja di tengah gang di Pasar Blauran. Ada juga kelepon dengan harga Rp 1.000 yang diletakkan berdampingan dengan pizza, makanan asal Italia. Sementara, pudak yang asli Gresik juga digantung berderet dengan biskuit ringan seperti oreo.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Bosan</span></b></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Para pembeli biasanya mulai ramai pukul 17.00. Menurut Titik, ia biasa men-<i>diskon </i>harga kue-kue basah itu hingga 50 persen setelah lewat jam delapan malam. Pada saat itulah, orang biasa ramai membeli kue-kue basah itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">&#8220;Sudah bosan makan roti atau kue supermarket. Di tempat saya, makanan begitu tidak dilirik lagi,&#8221; ujar Ny Bambang, warga Jalan Opak. Wanita setengah baya itu sedang mengambil pesanan jajanan pasarnya di Pasar Blauran, Surabaya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">&#8220;Kami masing-masing punya pelanggan. Mereka biasa membeli untuk acara-acara tertentu,&#8221; ujar Sri Wilujeng (49) salah satu pedagang jajanan pasar. Biasanya, untuk arisan, selamatan, ulang tahun, Lebaran, dan Perayaan Tujuh Belasan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Beberapa pedagang di Pasar Blauran memilih jajanan pasar untuk dijual karena melihat banyak orang mencari jajanan pasar. Seperti diungkapkan Endarwati. Menurut pengakuannya, juragannya telah sebelas tahun berjualan jajanan pasar di Pasar Blauran. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Meski makanan ala Barat mulai merambah Indonesia, seperti <i>franchise</i>, roti, kue tart, dan lain-lain, namun jajanan pasar masih mampu bertahan. Di <i>event-event </i>internasional, jajanan pasar juga pernah digelar, di antaranya pada pertemuan Ecosoc di Markas Besar PBB sekitar tahun 2000. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Jajan pasar yang dijual, selain kue-kue basah, juga ada kerupuk. Di antaranya kerupuk ceker ayam seharga Rp 80.000 per kilogram dan kerupuk kulit ikan kakap seharga Rp 60.000 per kilogram. Tokonya saat ini digabung dengan toko kaset. Namun, jika hari raya tiba, kaset-kaset itu harus menyingkir. &#8220;Semua diisi kue, enggak ada tempat lagi,&#8221; kata Titik. <b>(ind/edn)</b> diambil dari Harian Kompas Sabtu, 18 Agustus 2001</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=16&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-tak-lapuk-oleh-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c562d7d757b5933c58e5f2d7701e96e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jajanpasarblauran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/jajanan1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jajanan1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>78 Tumpeng Jajan Pasar Ramaikan Perayaan 78 Tahun Pasar Gede Solo</title>
		<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/78-tumpeng-jajan-pasar-ramaikan-perayaan-78-tahun-pasar-gede-solo/</link>
		<comments>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/78-tumpeng-jajan-pasar-ramaikan-perayaan-78-tahun-pasar-gede-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 09:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jajanpasarblauran</dc:creator>
				<category><![CDATA[peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/78-tumpeng-jajan-pasar-ramaikan-perayaan-78-tahun-pasar-gede-solo/</guid>
		<description><![CDATA[Perayaan ulang tahun ke 78 pasar Gede Solo yang jatuh pada tanggal 12 Januari 2008 lalu diperingati dengan menghadirkan 78 tumpeng jajan pasar. Seluruh tumpeng Jajan Pasar itu bisa dinikmati masyarakat Solo secara gratis. Pasar yang telah dicanangkan sebagai cagar alam budaya ini sebenarnya dikenal sebagai pasar “candi” atau sakral. Awalnya, pasar ini digunakan sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=15&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/sargede.jpg" title="sargede"><img src="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/sargede.thumbnail.jpg?w=117&#038;h=80" alt="sargede" height="80" width="117" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Perayaan ulang tahun ke 78 pasar Gede Solo yang<span>  </span>jatuh pada tanggal 12 Januari 2008<span>  </span>lalu diperingati dengan menghadirkan 78 tumpeng jajan pasar. Seluruh tumpeng Jajan Pasar itu bisa dinikmati masyarakat Solo secara gratis. </span></p>
<p><span id="more-15"></span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pasar yang telah dicanangkan sebagai cagar alam budaya ini sebenarnya dikenal sebagai pasar “candi” atau sakral. Awalnya, pasar ini digunakan sebagai bagian dari religius ketimbang kegiatan ekonomi. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bagi Paku Buwono X (1893-1939) Pasar Gede merupakan sebagai simbol duniawi karena letaknya di sebelah timur sumbu poros sakral Kraton &#8211; tugu pemandengan dalem. Pasar Gede manjadi cukup berarti keberadaannya dan menjadi ciri keseimbangan antara kehidupan religi dan duniawi karena pasar ini terletak tak jauh dari Mesjid Agung yang terletak di sebelah barat alun-alun. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam sejarah kota Solo, keberadaan Pasar Gede, tercatat telah meninggalkan jejak sejarah fungsi bangunan pasar kedalam tiga kurun zaman.. Pertama, Pasar Gede dikenal sebagai pasar &#8216;candi&#8217; (sakral), kedua sebagai simbol kosmologi projo-kejawen kraton yang dikenal sebagai konsep &#8216;sar-gedhe&#8217; dan simbol lahirnya budaya kota. Pasar ini dibangun pada 12 Januari 1930 semasa pemerintahan Pakoe Buwono X (1893-1939) oleh Ir. Herman Thomas Karsten (1884-1945). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karsten, adalah arsitek yang dikenal dengan konsep memadukan unsur lokal dengan barat. Karyanya diakui memiliki pesan humanisme dan dapat diterima (acceptable) oleh masyarakat, dan memiliki unsur kesejarahan (historically). </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Acara peringatan 78 tahun Pasar Gede yang diadakan KOMPPAG (Komunitas Pedagang Pasar Gede), Mataya arts&amp;heritage, PAPASUTA (Paguyuban Pasar Tradisi Surakarta) ini juga menhhadirkan 78 tumpeng jajan pasar sebagai rangkaian peringatan.<span>  </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jajanan Pasar yang dihadirkan dalam upacara peringatan ulang tahun itu adalah Kue Koe, Wajik Merah, Sentiling, Lapis, Cantik manis, Wajik, Klepon, Semar mendem, Ketan Tholo atau turuk bintul, Carang gesing, Onde-onde gandum, Timus, Srabi, Arem-arem, Srabi juruh, Cetot, Cabuk rambak, Apem Jawa, Lopis, Gendar, Ketan juruh, Ketan ragi, Ketan bubuk, Ketan salak, Wajik Jawa, Getuk pisang, Jenang kolang-kaling, Gandos bakar, Jenang grendol, Jenang Pati, Jenang sagu, Jenang mutiara, Jenang sumsum, Jenang ketan hitam, Blanggreng, Gatot goreng, Tape goreng, Klenyem, Lemper, Mata roda, Meniran, Cucur, Coro bikan, Sagan, Gedang godhog, Gedang goreng, Getuk kasar, Tiwul halus, Tiwul kasar, Sawut, Cenil + klepon, Ketan hitam, Getuk tiwul, Gathot ireng, Grontol, Krasikan, Jenang ayu, Madu menoso, Wingko babad, Jenang jagung, Pes pohong, Naga sari, Jadah blondo, Getuk lindri, Lepet jagung, Oyol-oyol, Onde-onde kumbu, Mendut, Gandos rangin, Lemper bakar, Getuk goreng, Putu mayang, Ledre intip, Ande-ande lumut, Kumplang, Limpung, Bubur kacang ijo, dan Bubur ketan hitam. Wuih,…banyak juga jenis jajan pasar khas Solo ya? (hn)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=15&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/78-tumpeng-jajan-pasar-ramaikan-perayaan-78-tahun-pasar-gede-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c562d7d757b5933c58e5f2d7701e96e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jajanpasarblauran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/sargede.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sargede</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jajan Pasar Pengusir Roh Jahat</title>
		<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-pengusir-roh-jahat/</link>
		<comments>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-pengusir-roh-jahat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 09:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jajanpasarblauran</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jajanpasarblauran.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Jawa mengenal tradisi sesaji dalam kehidupan sehari-hari. Sesaji dalam kultur religi masyarakat Jawa dikenal sebagai bentuk lain dari doa, atau permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Uniknya, hampir semua prosesi upacara adat jawa yang mengadirkan sesaji, selalu terdapat jajan pasar. Dalam adat Jawa, ada tiga peristiwa peristiwa penting dalam siklus kehidupan manusia. Ketiga fase itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=14&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/jajanan.jpg" title="jajan pasar"><img src="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/jajanan.thumbnail.jpg?w=77&#038;h=101" alt="jajan pasar" height="101" width="77" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Masyarakat Jawa mengenal tradisi sesaji dalam kehidupan sehari-hari. Sesaji dalam kultur religi masyarakat Jawa dikenal sebagai bentuk lain dari doa, atau permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Uniknya, hampir semua prosesi upacara adat jawa yang mengadirkan sesaji, selalu terdapat jajan pasar. </span></p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam adat Jawa, ada tiga peristiwa peristiwa penting dalam siklus kehidupan manusia. Ketiga fase itu adalah Metu, Manten, dan Mati (lahir, perkawinan dan kematian). Masayarakat Jawa memiliki upacara khusus unntuk ketiga peristiwa tersebut. Dalam upacara itu juga terdapat sesaji. Masing-masing upacara memiliki ciri tersendiri, bahkan dalam upacara perkawinan teradpat empat jenis sesaji, yakni pasang tarub, sesaji siraman, sesaji midodareni, sesaji panggih/temu. Semua upacara ini, selalu menyertakan jajan pasar.<span>  </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam sesaji pasang tarub (upacara perkawinan) jajan pasar tidak boleh ketinggalan.      Sesaji pasang tarub sebagai sesaji utama dalam perkawinan harus tersedia 27 jenis sesaji yang mencitrakan kehidupan manusia. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sesaji berjumlah 27 tersebut terdiri dari : sesaji buntalan, tumpeng megana, brokohan, sanggan, tumpeng robyong, tumpeng gundul, jerohan sapi, ketan mancawarna, pala kependhem, pala kesampar, pala gemantung, empon-empon, empluk-empluk, ganten komplit, mentahan, pisang ayu, pisang raja pulut, kolak kencana, sega punar, sega kebuli, sega golong, unjukan dan <b>jajan pasar</b>, aran kembang, sega liwet, asrep-asrepan, ketan kolak dan kendhi. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Makna sesaji ini menurut keyakinan adat Jawa dipersembahkan kepada roh jahat yang sering mengganggu ketenteraman. Dengan kata lain, sajen atau sesaji ini merupakan upeti yang dipersembahkan kepada roh jahat yang berada di sekeliling kita. Setelah diberi sesaji, roh jahat diyakini sudah tidak akan mengganggu kepada orang yang mempunyai hajat sehingga upacara manten selesai tanpa ada hambatan apapun.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> (hn)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jajanpasarblauran.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jajanpasarblauran.wordpress.com&amp;blog=2568611&amp;post=14&amp;subd=jajanpasarblauran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/01/25/jajan-pasar-pengusir-roh-jahat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c562d7d757b5933c58e5f2d7701e96e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jajanpasarblauran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jajanpasarblauran.files.wordpress.com/2008/02/jajanan.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jajan pasar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
