Pembaca yang budiman, terimakasih telah membuka blog ini.
Seperti yang kita tahu, Indonesia memiliki aneka ragam resep masakan. Wajar, negara yang memiliki banyak ragam budaya dan beragam kondisi kultur serta kondisi alamnya, kuliner Indonesia juga berkembang sebagai ingenuity alias kreativitas masyarakat lokal. Makanan tertentu, misalnya nasi kuning dan Jajan Pasar, bahkan selalu hadir dalam upacara adat atau upacara religi masyarakat Jawa.
Keanekaragaman kuliner khas Indonesia ini boleh jadi merupakan bagian kecil dari identitas bangsa. Seperti halnya bangsa Jepang yang dikenal dengan sushi, teriyaki, sukiyaki, bangsa Belanda dengan boerenkool dan sebagainya, maka Indonesia mustinya bangga dengan masakan-masakan sepeti nasi kuning, soto, rawon, rujak cingur gado-gado dan sebagainya.
Berbagai manu khas Indonesia ini sudah dikenal luas, bahkan hingga mancanegara. Tetapi harus diakui pula menu-menu tradisional milik Indonesia sudah terpinggirkan – bahkan menghadapi kepunahan. Contohnya, berapa banyak orang Solo yang masih mengenal cabuk rambak? Gejala ini mirip sekali dengan kenyataan bahwa mayoritas orang Jakarta tidak mengenali nasi ulam sebagai salah satu hidangan khas dan tradisional Betawi.
Pemuda, bahkan anak-anak jeman sekarang, lebih mudah menghapal nama-nama Mc Donald, Hoka-hoka Bento ketimbang nama-nama makanan tradisional Indonesia.
Pembaca yang budiman, blog ini dipersembahkan untuk upaya merayakan, melestarikan, membicarakan, dan mengenalkan kembali kekayaan kuliner nenek moyang kita. Tentu, agar masyarakat dari berbagai golongan dan generasi bisa mengenal kembali dan menikmatinya.
Blog ini, selain untuk maksud, dan mendiskusikan kekayaan kuliner Indonesia, juga dimaksudkan untuk mendokumentasikan resep-resep masakan tradisional dari seluruh penjuru Nusantara. Sehingga diharapkan blog ini bukan saja hadir untuk maramaikan cyber media yang membicarakan kuliner, tetapi juga hadir sebagai bagian dari upaya mencintai bangsa Indonesia.
Blog ini didedikasikan untuk para pelaku usaha, para penulis serta masyarakat pecinta kuliner Indonesia.
Semoga masakan Indonesia tetap dikenal sepanjang masa.
Salam,
Pengelola Blog Jajan Pasar Blauran